TINGKATKAN KUALITAS PENGAJARAN, GURU SMP KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN YANG EMPATIK

SURABAYA – Nawacaraka Media– Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang canggih, tetapi juga oleh kedalaman hubungan emosional antara guru dan siswa. Menyadari hal tersebut, SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi seluruh tenaga pendidik pada Sabtu, 31 Januari 2026. Workshop ini mengusung tema besar: “Strategi Menciptakan Lingkungan Belajar yang Empati dan Kasih Sayang”.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di kelas 9D ini menghadirkan pakar Sekolah Ramah Anak (SRA), Ibu Bekti Prastyani, sebagai narasumber utama. Dalam sesi tersebut, beliau membedah fenomena tantangan mental remaja saat ini dan bagaimana peran strategis guru sebagai “jangkar emosional” di sekolah. Ibu Bekti menekankan bahwa lingkungan belajar yang kaku dan penuh tekanan seringkali menjadi penghambat kreativitas siswa.

“Guru harus mampu hadir secara utuh, bukan sekadar sebagai pemberi tugas, melainkan sebagai sosok yang memberikan rasa aman. Strategi kasih sayang berarti kita melihat siswa sebagai individu dengan latar belakang yang unik. Ketika anak merasa dipahami dan diterima (empati), maka resistensi terhadap materi pelajaran akan hilang dengan sendirinya,” ungkap Ibu Bekti Prastyani dalam pemaparannya.

Beliau juga membagikan simulasi teknik komunikasi asertif yang dapat langsung dipraktikkan guru untuk menangani konflik di kelas tanpa melukai harga diri siswa. Para Bapak Ibu guru tampak antusias mengikuti diskusi interaktif, berbagi pengalaman mengenai dinamika menghadapi karakter siswa yang beragam.

Kepala SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya berharap melalui pelatihan ini, budaya sekolah dapat bertransformasi menjadi lebih inklusif dan hangat. Investasi pada aspek psikologis guru diyakini akan berdampak langsung pada penurunan angka perundungan (bullying) dan peningkatan motivasi belajar siswa. Dengan semangat baru ini, SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya optimis dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top