SINERGI HEBAT SEKOLAH DAN ORANG TUA: SMP KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA GELAR SOSIALISASI PROGRAM & PARENTING “HIJRAH HATI”

SURABAYA, Nawacaraka Media – Guna mempererat kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua murid dalam mengawal tumbuh kembang murid baru, SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya sukses menggelar kegiatan “Sosialisasi Program Sekolah & Parenting Kelas VII” pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini turut dihadiri oleh PIC SMP dari pihak Yayasan Kemala Bhayangkari sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kemajuan kualitas pendidikan di sekolah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan program unggulan sekolah yang disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Ibu Kholifah. Beliau memaparkan secara komprehensif mengenai arah kebijakan, kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, serta target pembentukan karakter siswa selama menempuh pendidikan di SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. Transparansi program ini bertujuan agar orang tua dapat menyelaraskan pendampingan belajar anak di rumah.

Sesi yang paling dinantikan peserta adalah materi parenting yang dibawakan oleh narasumber nasional bereputasi, Ibu Bekti Prastyani. Dengan gaya penyampaian yang menyentuh dan menggugah, beliau mengusung tema mendalam mengenai “Hijrah Hati” dalam mendidik anak usia remaja. Dalam paparannya, Ibu Bekti menekankan beberapa poin kunci yang menjadi pilar penting bagi setiap orang tua:

  • Pembersihan Niat (Lillahi Ta’ala): Mengubah orientasi mendidik anak dari sekadar menuntut capaian angka menjadi proses membimbing jiwa dengan penuh keikhlasan.
  • Empati dan Komunikasi Efektif: Belajar mendengarkan perasaan anak tanpa terburu-buru menghakimi, sehingga anak merasa aman untuk terbuka.
  • Pengendalian Emosi Parent: Hijrah hati menuntut orang tua untuk mengelola respon emosionalnya terlebih dahulu sebelum mengarahkan perilaku anak.
  • Keteladanan Karakter: Hati yang berhijrah akan terpancar dalam tindakan nyata, karena anak belajar dari apa yang dilihat dan dirasakan, bukan sekadar apa yang didengar.

Antusiasme wali murid kelas VII tampak luar biasa sepanjang sesi berlangsung. Banyak orang tua yang merasa tercerahkan dan mendapatkan wawasan baru dalam menghadapi fase transisi remaja awal para buah hatinya.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, pihak sekolah menaruh harapan besar agar sinergi positif antara sekolah, yayasan, dan orang tua dapat terjalin makin kokoh. Dengan kesamaan persepsi dan keselarasan pola asuh berbasis hijrah hati, diharapkan para siswa kelas VII tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental, empati, dan karakter mulia yang siap menghadapi tantangan masa depan. (Natan)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top