SURABAYA, Nawacaraka Media – Mengasah potensi, kreativitas, serta karakter peserta didik secara holistik, SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Kokurikuler Tema 1. Kegiatan berbasis proyek yang berlangsung intensif sejak 31 Agustus hingga 11 September 2026 ini diikuti oleh seluruh siswa dari jenjang kelas VII, VIII, hingga IX dengan penuh antusiasme.
Setiap jenjang kelas mengusung subtema menarik yang disesuaikan dengan tahap perkembangan dan kebutuhan belajar siswa. Pada jenjang kelas VII, para siswa diajak untuk lebih peduli pada kelestarian lingkungan melalui tema “Sekolahku Bersih, Hijau, dan Minim Sampah”. Melalui proyek ini, siswa kelas VII belajar memilah sampah, mengolah limbah organik dan anorganik, hingga merancang aksi nyata untuk menciptakan ekosistem sekolah yang asri, sehat, dan ramah lingkungan.
Sementara itu, siswa kelas VIII mengeksplorasi warisan budaya nusantara dalam tema “Cerita Rakyat di Era Digital”. Para siswa diajak menghidupkan kembali kisah-kisah legenda lokal melalui sentuhan teknologi modern. Mereka mengemas cerita rakyat menjadi konten digital kreatif, seperti komik digital, video narasi, hingga animasi pendek yang relevan dengan generasi muda saat ini.
Tak kalah seru, kelas IX mengusung tema “Gerak Ide, Hidupkan Permainan”. Pada proyek ini, siswa kelas IX ditantang untuk merekonstruksi dan merancang ulang permainan tradisional maupun edukatif menjadi permainan baru yang interaktif dan sarat nilai kerja sama. Proyek ini tidak hanya menguji ketangkasan fisik dan strategi, tetapi juga memupuk kepemimpinan serta empati antarteman.
Rangkaian kegiatan kokurikuler ini ditutup dengan apresiasi atas karya-karya luar biasa yang dihasilkan oleh para siswa. Proses kolaborasi antarsiswa, pendampingan dari para guru fasilitator, serta semangat pantang menyerah yang ditunjukkan selama dua pekan menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga.
Melalui penyelenggaraan Kokurikuler Tema 1 ini, pihak sekolah menaruh harapan besar agar pengalaman belajar berbasis proyek ini mampu mengakar kuat dalam diri para siswa. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya sekadar memenuhi tugas akademis, melainkan dapat membentuk karakter siswa yang berwawasan lingkungan, menghargai budaya bangsa di era digital, serta memiliki daya cipta dan kecakapan sosial yang tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan. (Natan)



