Surabaya, Nawacaraka Media — Suara sorak-sorai riuh rendah menggema di lingkungan SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya selama dua hari berturut-turut. Pasca menuntaskan sumatif akhir semester genap, seluruh siswa kelas 7 dan 8 tidak lantas bersantai. Mereka justru berkompetisi sengit namun penuh tawa dalam ajang Class Meeting Genap yang digelar pada tanggal 10 hingga 11 Juni 2026. Acara setiap semester ini sukses menjadi panggung pelepas penat sekaligus arena pembuktian bakat non-akademik para siswa.
Ada yang unik dan berbeda pada gelaran Class Meeting kali ini. Pihak sekolah secara sengaja mengombinasikan cabang olahraga modern dengan permainan tradisional. Empat cabang lomba yang dipertandingkan berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari para peserta, yakni futsal, bola tangan, gobak sodor, dan boy-boyan. Kombinasi ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya nyata sekolah untuk melestarikan budaya lokal di tengah gempuran era digital.
Di lapangan utara, pertandingan futsal dan bola tangan berlangsung sangat seru. Kerja sama tim yang solid dan strategi yang matang dipertontonkan oleh masing-masing perwakilan kelas. Ketegangan sempat memuncak saat babak final bola tangan putra, di mana kejar-mengejar skor terjadi hingga menit-menit terakhir. Namun, suasana berubah menjadi penuh gelak tawa sekaligus nostalgia saat perlombaan tradisional dimulai. Lapangan seketika riuh saat para siswa mencoba menyusun pecahan genting dalam permainan boy-boyan sambil menghindari lemparan bola, atau ketika tim bertahan gobak sodor berusaha menghadang lawan dengan rentangan tangan mereka.
Bapak Novi Sukardianto, selaku Wakil Kepala Sekolah (Waka) Urusan Kesiswaan SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menyampaikan rasa bangganya melihat sportivitas yang ditunjukkan oleh anak-didiknya.
“Class Meeting genap tahun ini benar-benar luar biasa. Kami sengaja menghidupkan kembali permainan tradisional seperti gobak sodor dan boy-boyan agar anak-anak zaman sekarang tidak lupa pada akar budayanya. Lewat permainan ini, mereka tidak hanya berolahraga, tetapi juga belajar tentang arti kebersamaan, strategi tim, dan melatih ketangkasan fisik secara langsung, bukan lewat layar gawai. Semoga modal kekompakan ini terus terbawa hingga kenaikan kelas nanti,” ujar Pak Novi Sukardianto dengan penuh semangat di sela-sela pembagian hadiah.
Kompetisi ditutup pada 11 Juni siang dengan pengumuman pemenang juara umum dari masing-masing angkatan. Class Meeting Genap 2026 ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, melainkan momentum berharga yang berhasil mempererat tali persaudaraan, mengasah sportivitas, dan menumbuhkan rasa cinta siswa SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya terhadap warisan budaya bangsa. Tidak hanya itu, ada kegiatan Chantclass yang dilakukan oleh teman-teman SPEKBASMANIA, untuk semakin memperat solidaritas antarsiswa.



