SURABAYA, Nawacaraka Media – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dan kapasitas para tenaga pendidiknya. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi guru. Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini dilaksanakan di ruang kelas 9F, dengan mengusung tema yang sangat relevan, yaitu “Membangun Pembelajaran yang Menyenangkan.”
Workshop ini diikuti oleh seluruh bapak dan ibu guru dengan penuh antusiasme. Guna memberikan wawasan yang mendalam dan aplikatif, pihak sekolah menghadirkan narasumber profesional yang ahli di bidangnya, yaitu Bapak Tukardi, ST.
Dalam pemaparannya, Bapak Tukardi menekankan pentingnya menciptakan ekosistem kelas yang berbeda, berorientasi pada anak, dan selalu tahu tentang apa yang menjadi kebutuhan dari anak. Beliau menjelaskan bahwa pembelajaran yang menyenangkan bukan berarti menghilangkan esensi kedisiplinan atau menurunkan target kurikulum. Sebaliknya, metode ini adalah tentang bagaimana guru mampu mengemas materi pembelajaran yang kompleks menjadi lebih sederhana, interaktif, dan menarik minat belajar siswa.
“Kunci dari pembelajaran yang menyenangkan adalah adanya koneksi emosional yang positif antara guru dan siswa. Ketika siswa merasa aman dan dihargai, motivasi belajar mereka akan tumbuh secara alami,” jelas Bapak Tukardi, ST. di hadapan para peserta.
Beliau juga membagikan berbagai strategi praktis, mulai dari pemanfaatan teknologi digital interaktif, metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), hingga teknik ice breaking yang efektif untuk mencairkan suasana kelas. Selama sesi berlangsung, suasana di ruang kelas 9F tampak hidup dengan simulasi mengajar berkelompok dan diskusi interaktif antarguru.
Kepala SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya, Ibu Lusti Wahyuni, S.Pd., memberikan apresiasi yang sangat mendalam atas terselenggaranya workshop ini. Beliau menegaskan bahwa kesiapan mental dan metodologi mengajar guru adalah pilar utama dalam menyongsong tahun ajaran baru.
“Workshop ini merupakan momentum yang sangat tepat bagi kita semua untuk menyamakan persepsi dan menyatukan energi positif menyambut tahun ajaran baru 2026/2027. Kami ingin memastikan bahwa setiap ruang kelas di sekolah ini menjadi tempat yang dirindukan oleh para siswa. Dengan bimbingan langsung dari Bapak Tukardi, saya berharap bapak dan ibu guru dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran kreatif ini secara konsisten, sehingga potensi akademik maupun karakter siswa dapat berkembang dengan optimal,” ujar Ibu Lusti Wahyuni, S.Pd.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, seluruh tenaga pendidik kini siap menyambut kehadiran para siswa di tahun ajaran baru dengan semangat yang segar. Inovasi pembelajaran yang dirancang di kelas 9F ini diharapkan mampu membawa perubahan positif yang nyata bagi kualitas pendidikan di sekolah ke depan.



